Kembali

Akses Mudah Adminduk, Disdukcapil Kabupaten Magelang Hadir di Doland Festival 2025


Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Magelang turut memeriahkan gelaran Doland Festival 2025 yang dilaksanakan pada Sabtu, 12 Juli 2025. Bertempat di Kawasan Marga Utama Kompleks Candi Borobudur, Disdukcapil membuka berbagai layanan administrasi kependudukan (adminduk) yang komprehensif. Kehadiran Disdukcapil di festival ini menjadi bukti komitmen untuk mendekatkan pelayanan esensial kepada masyarakat, sekaligus memanfaatkan momen keramaian untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya dokumen identitas.
Sepanjang acara, stan Disdukcapil Kabupaten Magelang tak henti-hentinya didatangi masyarakat. Antusiasme terlihat jelas saat warga memanfaatkan kemudahan akses untuk mengurus berbagai dokumen penting. Layanan yang tersedia mencakup pendaftaran Identitas Kependudukan Digital (IKD), perekaman dan pencetakan Kartu Tanda Penduduk elektronik (KTP-el), serta pembuatan Kartu Identitas Anak (KIA). Petugas Disdukcapil sigap melayani setiap permohonan, memastikan proses berjalan lancar dan efisien bagi warga yang ingin mengurus dokumen tanpa perlu datang ke kantor.
Tak hanya itu, Disdukcapil juga menyediakan fasilitas pengurusan Akta Kelahiran, Kartu Keluarga (KK) dan data bermasalah. Layanan penanganan data bermasalah juga tersedia untuk memberikan solusi langsung bagi warga yang menghadapi kendala dalam hal adminduk. Inisiatif ini sangat membantu masyarakat yang mungkin selama ini kesulitan meluangkan waktu khusus di hari kerja untuk mengurus permasalahan data mereka. Kehadiran Disdukcapil di tengah festival ini merupakan langkah proaktif dalam memastikan setiap warga memiliki data kependudukan yang akurat.
Doland Festival 2025 sendiri merupakan perayaan Hari Anak Nasional 2025 yang digagas oleh Pemerintah Kabupaten Magelang bersama Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA). Menteri PPPA, Arifatul Choiri Fauzi, yang hadis pada acara ini menyatakan festival ini menjadi panggung kreativitas dan pengembangan diri anak dalam suasana menyenangkan dan inklusif, sekaligus upaya mengenalkan kembali permainan tradisional untuk meminimalisasi ketergantungan pada gawai. Mengangkat tema "Anak Indonesia Bersaudara", festival ini juga menanamkan semangat persaudaraan, saling menghargai, dan mencegah diskriminasi antar anak, menjadikannya platform yang sempurna bagi Disdukcapil untuk berinteraksi langsung dengan masyarakat luas.